Beranda / Artikel / NASIHATKU UNTUK MAHASISWA: TINGGALKAN JALANAN, DATANGI MAJELIS ILMU

NASIHATKU UNTUK MAHASISWA: TINGGALKAN JALANAN, DATANGI MAJELIS ILMU

NASIHATKU UNTUK MAHASISWA: TINGGALKAN JALANAN, DATANGI MAJELIS ILMU

Untuk saudaraku mahasiswa Muslim dan kaum Muslimin secara umum rahimakumullaah -semoga Allah merahmatimu-. Sungguh aku mencintai kalian karena Allah subhanahu wa ta’ala, luangkanlah sejenak waktumu tuk membaca goresan singkat ini.

Ketahuilah wahai saudaraku, menuntut ilmu agama, mengamalkannya dan mendakwahkannya, terutama ilmu tauhid dan sunnah, adalah kunci keselamatan di dunia dan Akhirat.

➡ Allah ta’ala berfirman:

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mendapat petunjuk.” [Al-An’am: 82]

Simak pembahasan lebih detail: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/445573202258834:0

Karena hanya dengan itulah seorang hamba dapat merealisasikan tujuan penciptaannya di muka bumi untuk beribadah kepada Allah ta’ala.

➡ Sebagaimana firman-Nya:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالأِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku saja.” [Adz-Dzariyyat: 56]

Simak pembahasan lebih detail: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/446534128829408:0

Oleh karena itu, berdakwah kepada tauhid adalah perhatian utama para pejuang yang sejati, para teladan yang dipilih Allah ta’ala untuk menjadi contoh sepanjang umur dunia. Merekalah para pembela kebenaran yang hakiki. Tidak ada manusia yang lebih baik dari mereka, yaitu para nabi dan rasul ‘alaihimus sholaatu was salaam. Tugas utama mereka adalah berdakwah kepada tauhid, menyelamatkan manusia dari lembah kesyirikan dan kekafiran, demi meraih kebahagiaan yang hakiki di dunia dan Akhirat.

➡ Sebagaimana firman Allah ta’ala:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولاً أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

“Dan sungguh, Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): Sembahlah Allah saja, dan jauhilah Thaghut (yang disembah selain Allah) itu.” [An-Nahl: 36]

Simak pembahasan lebih detail: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/448489465300541:0

Dan tauhid yang melahirkan iman dan amal saleh adalah KUNCI KEMAKMURAN NEGERI.

➡ Allah ta’ala berfirman:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu, dan mengerjakan amal-amal saleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa. Dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada memersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” [An-Nur: 55]

➡ Allah ta’ala juga berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barang siapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” [An-Nahl: 97]

Para ulama ahli tafsir menyebutkan, bahwa makna kehidupan yang baik dalam ayat yang mulia ini mencakup:

  • Pertama: Rezeki yang baik lagi halal di dunia dan diberikan dari arah yang tidak ia sangka-sangka.
  • Kedua: Bersifat qona’ah (merasa cukup berapa pun rezeki yang Allah ta’ala anugerahkan).
  • Ketiga: Beriman kepada Allah ta’ala dan selalu taat kepada-Nya.
  • Keempat: Meraih manisnya ketaatan kepada Allah ta’ala.
  • Kelima: Keselamatan dan kecukupan.
  • Keenam: Kebahagiaan di dunia.
  • Ketujuh: Rida dengan takdir Allah ‘azza wa jalla.
  • Kedelapan: Kenikmatan di kubur.
  • Kesembilan: Kenikmatan di Surga.
  • Kesepuluh: Ketenangan jiwa.
[Lihat Tafsir Ath-Thabari, 17/289-291, Zadul Masir libnil Jauzi, 2/582 dan Tafsir As-Sa’di, hal. 448]

Simak pembahasan lebih detail: http://sofyanruray.info/jalan-kebahagiaan-setiap-hamba/

Wahai saudaraku mahasiswa Muslim dan kaum Muslimin seluruhnya rahimakumullaah –semoga Allah merahmatimu-. Inilah jalan untuk memerbaiki negeri, yaitu iman dan amal saleh, yang mencakup dua perkara penting:

  • Menauhidkan Allah subhanahu wa ta’ala dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun,
  • Meneladani Rasulullah ﷺ dan tidak mengada-ada (berbuat bid’ah) dalam agama atau menyelisihi syariat beliau.

Apa Langkah Awal Untuk Menempuh Jalan Perbaikan Ini…?

Pertama kali adalah memerbaiki diri kita sendiri dengan menuntut ilmu agama dan mengamalkannya dengan baik, kemudian memerbaiki orang lain.

Karena tidak mungkin kita dapat beriman dan beramal saleh dengan benar tanpa ilmu yang shahih, yaitu ilmu yang berdasarkan Alquran dan As-Sunnah dengan pemahaman Salaf.

Adapun demo-demo yang kalian lakukan, sungguh hanyalah mendatangkan mudarat, jauh melebihi manfaatnya –jika ada manfaatnya-.

Di antara mudarat besar yang sudah sangat merugikan masyarakat adalah memacetkan jalan. Bayangkanlah jika ternyata ada orang sakit atau ibu yang mau melahirkan yang sangat butuh pertolongan darurat, kemudian terjebak macet akibat demo-demo kalian…?!

Tidak ingatkah kalian akan pertanggungjawabannya di hadapan Allah jalla wa ‘ala kelak di Hari Kiamat…?!

Dan inilah ringkasan beberapa MUDARAT DEMONSTRASI yang diingatkan para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah:

  1. Memrovokasi masyarakat untuk memberontak kepada Penguasa. Terlebih jika nasihat dalam demo tersebut tidak diindahkan oleh Penguasa, maka akibatnya akan semakin memrovokasi massa dan menceraiberaikan kesatuan kaum Muslimin (lihat Fathul Bari, 13/51-52).
  1. Cara mengingkari kemungkaran Penguasa dengan terang-terangan mengandung penentangan terhadapnya (lihat Umdatul Qaari, 22/33, Al-Mufhim, 6/619).
  1. Pencemaran nama baik dan ghibah kepada Penguasa, yang dapat mengantarkan kepada perpecahan masyarakat dan Pemerintah Muslim (lihat Umdatul Qaari, 22/33).
  1. Mengakibatkan masyarakat tidak mau menaati Penguasa dalam hal yang baik (lihat Haqqur Ro’i, hal. 27).
  1. Menyebabkan permusuhan antara Pemimpin dan rakyatnya (lihat Al-Ajwibah Al-Mufidah, hal. 99).
  1. Menjadi sebab ditolaknya nasihat oleh Penguasa (lihat Fathul Bari, 13/52).
  1. Menyebabkan tertumpahnya darah seorang Muslim, sebagaimana yang terjadi pada sahabat yang Mulia Utsman bin ‘Affan radhiyallahu’anhu akibat demonstrasi kaum Khawarij (lihat Syarah Muslim, 18/118).
  1. Menghinakan Sulthan Allah, yang telah Allah takdirkan sebagai Penguasa bagi kaum Muslimin (lihat As-Sailul Jarror, 4/556).
  1. Munculnya riya’ dalam diri pelakunya (lihat Madarikun Nazhor, hal.211).
  1. Mengganggu ketertiban umum.
  1. Menimbulkan kemacetan di jalan-jalan.
  1. Mengganggu stabilitas ekonomi.
  1. Tidak jarang adanya ikhtilat (campur baur antara laki-laki dan wanita) ketika demonstrasi, bahkan pada demo yang mereka sebut Islami sekali pun.
  1. Menyelisihi petunjuk Rasulullah ﷺ dan sahabat dalam menasihati Penguasa.
  1. Mengikuti jalan Ahlul Bid’ah (Khawarij) dan orang-orang kafir.

 

Penulis: Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah

Tentang adminuin

Cek Juga

photo_2021-07-21_16-46-13-672x372

HATI-HATILAH DALAM BERFATWA

Jika mati karena wabah itu syahid.. bukan berarti kita boleh menyengaja terpapar wabah..! Bukankah mati …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *