Orang yang bertaubat itu berada
di antara harapan dan ketakutan…
di antara kebahagiaan dan kesengsaraan…
di antara keselamatan dan kehancuran…

Jika melihat api yang berkobar, gemetarlah ia takut dicampakkan ke dalam Neraka…
Jika petir menyambar, terguncanglah hatinya karena takut kepada Allah Ta’ala…

Jika melihat orang yang asyik berbuat dosa, ia menangis karena teringat akan dosa-dosanya…
Jika melihat berbagai kenikmatan, ia khawatir jika kelak diharamkan dari kenikmatan Surga…

Mereka dapat mengecap manisnya ketaatan…
mampu merasakan kenikmatan dalam beribadah…
mampu memetik kelezatan dalam setiap titisan iman dan lembutnya penerimaan…

Menjadi kurus badannya karena sering berpuasa, dan kedua kakinya kelelahan karena banyak shalat…

Ia selalu disertai rasa takut terus-menerus, dan tidak pernah merasa aman dari adzab Allah walaupun hanya sekejap mata, sehingga Allah pun mengangkat kedudukannya di sisi-Nya…

Saudaraku, janganlah melihat kepada kecilnya suatu dosa, tapi lihatlah kepada keagungan Allah Ta’ala yang engkau telah bermaksiat kepada-Nya…

Jangan lebih merasa takut kepada manusia dibandingkan takut kepada Allah…
Jangan lebih merasa malu di mata manusia dibandingkan malu di mata Allah…
Jangan lebih merasa berharap kepada manusia dibandingkan berharap kepada Allah…

Lisan terpelihara, tetapi hati selalu berbuat dosa…
Lisan selalu memuji Allah, namun hati selalu berpaling dari-Nya…

Allah Ta’ala berfirman :

“Maka larilah (kembalilah) kepada Allah” (QS. Adz-Dzariyat [51]: 50)

lari dari hawa nafsu…
lari dari maksiat…
lari dari dosa-dosa…
lari dari fitnah syahwat…
lari dari syaithan…
lari dari jiwa yang buruk…
lari dari fitnah dunia…
lari dari fitnah harta…
lari dari fitnah kedudukan…
lari dari dosa syirik…
lari dari dosa bid’ah…
lari dari semua itu menuju Allah…

Betapa agung dan sayangnya Allah…
Dia membiarkan hamba-Nya melakukan dosa dan kesalahan, sedangkan Dia mengetahui dan melihat…
Dia memberi kesempatan hamba-Nya bertaubat, dan tetap memberinya nikmat dan rahmat…

Ketahuilah…

Tanda hamba itu diterima taubatnya adalah ia :
– semakin cinta kebaikan dan benci kejelekan…
– mudah untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya…
– bertambah takut dihati jika kembali kepada dosa…
– tidak pernah merasa aman dari adzab Allah…
– menghadap Allah dengan khusyu’ dan hina dengan perasaan hancur lagi cepat meneteskan air mata…

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :

“Taubat asal-asalan yaitu mata kering hingga tidak bisa menangis, lalai terus-menerus dan pelakunya tidak melakukan amal-amal shalih yang tidak ia kerjakan sebelum bertaubat” (Madaarijus Saalikin hal 125).

Semoga Allah menerima taubat kita…

Ustadz Najmi Umar Bakkar, حفظه الله تعالى

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *