Beranda / Artikel / BEBERAPA SHALAT SUNNAT YANG HARUS DIKERJAKAN DALAM TAUBAT NASHUHA

BEBERAPA SHALAT SUNNAT YANG HARUS DIKERJAKAN DALAM TAUBAT NASHUHA

Setelah kita selesai melakukan mandi Taubatan Nashuha, kita dianjurkan untuk mengerjakan beberapa Shalat Sunnat. Diantaranya adalah :

     1. Shalat Sunnat Wudhu`

Shalat Sunnat Wudhu` ialah Shalat dua raka`at yang dilakukan setelah berwudhu`sebelum melakukan Shalat lainnya. Setiap kali seseorang selesai berwudhu`, disunnatkan mengerjakan Shalat Sunnat Wudhu` 2 raka`at.

Adapun Lafadz niat Shalat Sunnat Wudhu` adalah sebagai berikut :

أُصَلّـِي سُنَّةَ الْوُضُوْءِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً للهِ تَعَالَى

Artinya :

“Sengaja aku Shalat Sunnat Wudhu` 2 raka`at, karena Allah Ta`ala”

Adapun cara pelaksanaan Shalat Sunnat Wudhu` sama dengan Shalat Sunnat yang biasa kita kerjakan :

  • Raka`at Pertama          : membaca Surat Al-Ikhlas
  • Raka`at Kedua                        : membaca Surat An-Nas
  • Baca Istighfar 3 kali

 أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْـحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Artinya :

“Saya memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, saya mengaku bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, Tuhan yang selalu hidup terus selalu jaga serta kepada-Nya aku bertobat.”

  • Berdo`a                       : meminta kepada Allah agar mandi Taubat dan Wudhu` kita diterima Allah SWT.

 

     2. Shalat Sunnat Istikharah

Shalat Sunnat Istikharah adalah Shalat Sunnat 2 raka`at untuk meminta atau memohon pilihan sesuatu yang baik dan cocok kepada Allah SWT, terhadapat salah satu di antara dua atau lebih yang lebih baik dan lebih cocok sehingga hatinya mantap dan tidak bimbang serta tidak menyesal di kemudian hari. Shalat Sunnat Istikharah ini bertujuan untuk menetapkan hati kita agar Istiqomah.

Adapun Lafadz niat Shalat Sunnat Istikharah adalah sebagai berikut :

أُصَلّـِي سُنَّةَ الاسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً للهِ تَعَالَى

Artinya :

“Sengaja aku Shalat Sunnat Istikharah 2 raka`at, karena Allah Ta`ala”

  • Raka`at Pertama          : membaca Surat Al-Ikhlas
  • Raka`at Kedua                        : membaca Surat Al-Falaq
  • Istighfar 3 kali

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْـحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Artinya :

“Saya memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, saya mengaku bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, Tuhan yang selalu hidup terus selalu jaga serta kepada-Nya aku bertobat.”

  • Berdo`a                       : untuk menetapkan hati kita agar Istiqomah bertaubat

 

      3. Shalat Sunnat Hajat.

Shalat Sunnat Hajat adalah Shalat yang dikerjakan agar apa yang menjadi keinginannya, cita-citanya, atau hajatnya dikabulkan atau dimudahkan oleh Allah SWT.

Shalat Sunnat Hajat sedikitnya dikerjakan 2 raka`at dan sebanyak-banyaknya dikerjakan 12 raka`at, dengan setiap 1 raka`at 1 salam.

Shalat Sunnat Hajat boleh dilakukan pada siang hari atau pada malam hari, tetapi lebih baik dilakukan pada malam hari.

Sedangkan cara melaksanakan Shalat Sunnat Hajat sama seperti mengerjakan Shalat Sunnat yang lain, baik gerakannya maupun bacaannya, yang dimulai dari Takbiratul Ihram dan diakhiri dengan salam. Hanya saja lafadz niatnya yang berbeda.

Adapun tujuan dari mengerjakan Shalat Sunnat Hajat ini adalah memohon kepada Allah SWT semoga hajat kita untuk bertaubat Nashuha diterima Allah.

Adapun Lafadz niat Shalat Sunnat Hajat adalah sebagai berikut :

أُصَلّـِي سُنَّةَ الْـحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً للهِ تَعَالَى

Artinya :

“Sengaja aku Shalat Sunat Hajat 2 raka`at karena Allah Ta`ala”

  • Raka`at Pertama          : membaca Ayat Kursi
  • Raka`at Kedua                        : Membaca Surat Al-Ikhlas
  • Istighfar 3 kali

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْـحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Artinya :

“Saya memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, saya mengaku bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, Tuhan yang selalu hidup terus selalu jaga serta kepada-Nya aku bertobat.”

  • Berdo`a                       : memohon kepada Allah agar hajat kita bertaubat Nashuha diterima Allah

 

      4. Shalat Sunnat Taubatan Nashuha

Shalat Sunnat Taubat adalah shalat yang dilakukan untuk mendapatkan ampunan dari Allah atau agar taubatnya diterima oleh Allah, sesudah berbuat dosa atau ma`siyat kepada Allah SWT. Shalat ini merupakan penyambung kita kepada Allah, agar dosa-dosa kita yang besar dan kecil dapat keampunan dari Allah SWT.

Bertaubat dari sesuatu dosa artinya menyesal atas perbuatan yang telah dilakukannya, dan berniat tidak akan melakukannya lagi disertai permohon ampunan kepada Allah. Shalat Sunnat Taubat ini sedikitnya dilakukan 2 raka`at dan sebanyak-banyaknya 6 raka`at dengan tiap ra`kaat satu salam.

Adapun Lafadz niat Shalat Sunnat Taubat adalah sebagai berikut :

أُصَلّـِي سُنَّةَ التَّوْبَةِ النَّصُوْحَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً للهِ تَعَالَى

Artinya :

“Sengaja aku Shalat Sunnat Taubatan Nashuha 2 raka`at karena Allah Ta`ala”

Cara pelaksanaan Shalat Sunnat Taubat sama dengan Shalat Fardhu. Perbedaannya hanya pada niat. Dalam raka`at Shalat Sunnat ini sebaiknya membaca :

  • Raka`at Pertama          : membaca ayat Qursy
  • Raka`at Kedua                        : membaca surat Al-A`shri
  • Istiqfar                        : 100 kali

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْـحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Artinya :

“Saya memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, saya mengaku bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, Tuhan yang selalu hidup terus selalu jaga serta kepada-Nya aku bertobat.”

  • Zikir                            : 100 kali

 ( لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ )

Artinya :

“Tiada Tuhan melainkan Allah”

  • Berdo`a

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

الْـحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

  1.   Ya Allah yang Maha Pengampun, ampunilah dosa hamba dan terimalah taubat hamba. Tiada yang dapat mengampuni dosa hamba kecuali Engkau Yang Maha Agung Sang Penerima taubat.
  2.   Ya Allah ya Rohman ya Rohim, berikanlah kasih dan sayangMu kepada hamba, sehingga dosa-dosa hamba yang begitu besar dapat Engkau ampuni. Engkaulah Yang Maha Pemaaf lagi Maha Bijaksana.
  3.   Ya Allah yang Maha Melihat, Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, dengarlah pinta hamba dan terimalah taubat hambaMu ini. Engkaulah Sang Pemilik jagat Raya dan Pengatur segalanya.
  4.   Ya Allah, lapangkanlah hidup hamba, mudahkanlah syakaratul maut hamba dan lapangkanlah kubur hamba serta bangkitkanlah hamba di Yaumul Mahsyar dengan sempurna serta ringankanlah timbangan hamba di Yaumul Hisab. Engkaulah Yang Maha Pemurah serta Pemilik keadilan yang nyata.
  5.   Ya Allah, terimalah amalan-amalan hamba-Mu ini, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
  6.   Ya Allah, jadikanlah hamba-Mu ini : hamba yang tunduk patuh kepada-Mu, hamba yang selalu mencintai kema`rufan dan menjadi hamba yang Engkau cintai.
  7.   Ya Allah, hamba-Mu benar-benar telah sangat jauh dari jalan-Mu yang Engkau inginkan, maka ampunilah dosa-dosa hamba serta selamatkan hamba dari siksa neraka.
  8.   Ya Allah, catatlah hamba-Mu ini bersama orang-orang yang beriman yang menjadi saksi atas kebenaran Al-qur`an dan kenabian Muhammad SAW.
  9.   Ya Allah, sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu segala yang mewajibkan mendapat rahmat-Mu dan segala yang menjadi cita-cita untuk memperoleh keampunan-Mu dan keselamatan dari segala dosa, dan keuntungan dari segala kebaikan serta kemenangan untuk masuk kedalam surga dan terhindar dari api neraka.
  10.   Ya Allah, hamba mohon diberi keselamatan dalam menjalankan ibadah kepada-Mu, kesehatan badan, penambahan ilmu, keberkatan rizqi, taubat sebelum mati, dan ampunan setelah mati.
  11.   Dst …

رَبَّنَا اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحَانَ رَبّـِكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْـحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Tentang adminuin

Cek Juga

photo_2021-07-21_16-46-13-672x372

HATI-HATILAH DALAM BERFATWA

Jika mati karena wabah itu syahid.. bukan berarti kita boleh menyengaja terpapar wabah..! Bukankah mati …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *