AGAR HATI BERCAHAYA

Narasumber : Yulima Ozeni Yusnita, S.Ag
Tanggal Posting : 2013-03-27 17:39:38
Dikirim oleh : Administrator
Kategori: artikel

“Sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging, bila ia baik, maka baiklah seluruh tubuh, bila ia rusak, maka rusaklah seluruhtubuh. Ingatlah! Dia itu adalah hati.” (H.R. Muslim).
Hati dalam bahasa Arabnya adalah “Qolbu”, yang berarti tidak menetap, selalu berputar-putar. Karena memang keadaan hati tidak pernah menetap, kadang sesuai dengan kondisi keimanan seseorang.“Maka Allah mengilhamkan kepada jiwitu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.”(QS.Asy-Syams: 8-10).
Orang yang menjaga kesucian hati dan jiwanya akan senantiasa dalam ketakwaan sehingga dia akan menjadi orang yang beruntung. Tapi orang yang senantiasa menuruti hawa nafsunya, maka hati dan jiwanya akan senantiasa terkotori dengan kefasikan dan kejahatan. Hatinya dipenuhi dengan berbagai penyakit seperti sombong, iri dan dengki. Hati yang terjaga kesuciannya, akan selalu merasa tenang dan luas seperti samudera. Tidak mudah gelisah dan panik dengan masalah kehidupan besar ataupun kecil. Tapi hati yang sempit ibarat air di dalam gelas, Mudah tercemar, selalu gelisah dan panik. Kebanyakan kita hanya sibuk bila sudah didera penyakit fisik, tumbuh jerawat satu sudah sibuk ke dokter kulit atau mencari obat walaupun mahal harganya.
Tapi jarang sekali kalau hati dihinggapi penyakit kita mencari obatnya. Padahal apalah artinya kekayaan yang melimpah, pangkat yang tinggi, tidur di kasur yang empuk, kalau hati selalu gelisah, tidak pernah merasa bahagia, sombong dan merasa paling hebat. Apalah artinya punya wajah rupawan, tapi selalu sinis dan selalu iri dan dengki. Keberhasilan dan kesuksesan seseorang bukan sekedar yang nampak secara lahiriah, tapi yang penting kebersihan dan kebeningan hati akan memancarkan cahaya siapapun yang melihatnya.
Lalu bagaimana caranya agar hati kita  selalu bercahaya, selalu tenang dan bahagia?
1. Zikrullah. Banyaklah mengingat Allah SWT, baik zikir lisan maupun zikir amali. ”Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah,hatimenjadi tenang.”(QS.Ar-Rad: 28). Imam Syafii mengatakan: ”Orang yang hatinya tidak pernah berzikir kepada Allah, seperti ikan yang kekurangan air”
2. Membaca Al-Quran dan Mentadabburinya. Setiap muslim hendaknya menjadikan kebiasaan membaca Al-Quran sebagai kegiatan hariannya. Lalu menghayati dan mengamalkannya dalam kehidupan. DR. Akram Ridha dalam bukunya, Indahnya Ramadhan di Rumah Kita, menceritakan tentang seseorang yang menjumpai seorang ulama dan mengadukan bahwa lidahnya susah dan kelu waktu membaca Al-Quran. Sang ulama mengatakan, ‘’Terus saja membacanya!”. Beberapa hari kemudian orang tadi datang lagi dan mengatakan : ‘’Sungguh mengagumkan, baru seperempat Al-Quran dibaca, lidah saya tidak kelu lagi dan sekarang saya lancar membacanya. ’’ Lalu sang ulama tadi mengatakan, ’’Begitulah Al-Quran, sebagai Asy-Syifa (obat), Orang yang tidak pernah membaca Al-Quran hatinya akan dipenuhi dengan bintik-bintik hitam penyakit, seperempat Al-Quran yang dibacanya akanmenjadi obat yang membersihkan bintik-bintik hitam dihatinya. ’’ DR. Akram Ridha dalam bukunya yang sama juga mengatakan
Jadikan kebiasaan membaca Al-Quran dalam rumah tangga kita, berikan motivasi dan reward bagi siapa  saja anggota keluarga baik suami atau istri dan anak-anak yang berhasil mengkhatamkan Al-Quran.
3. Bergaul dengan orang-orang saleh. Lingkungan akan mempengaruhi perilaku seseorang. Bila kita bergaul dengan orang yang taat pada Allah SWT, jujur, amanah dan mempunyai akhlak yang baik, maka mudah-mudahan kita juga terkondisikan dengan kebaikan. Tapi, sebaliknya bila bergaul dengan orang yang berakhlak buruk dan orang yang lalai kepada Allah SWT, maka kita juga bisa terseret menjadi orang yang lalai.
4. Berpuasa. Dengan berpuasa seseorang dapat mengosongkan hati hanya untuk berfikir dan berzikir. Sehingga akan menyebabkan hati bercahaya dan lunak kekerasan hati sirna. Puasa juga mempersempitjalan aliran darah yang merupakan jalan setan pada diri manusia. Dengan berpuasa, dia akan aman dari gangguan syetan, nafsu syahwat dan kemarahan.
5. Berbagi kasih dengan orang fakir, miskin dan anak yatim. Abu Hurairah ra bercerita ada seseorang yang datang mengadukan kegersangan hati yang dialaminya kepada Rasulullah SAW. Lalu Rasulullah berkata: ”Bila engkau mau melunakkan (menghidupkan) hatimu, beri makanlah orang-orang miskin dan sayangi anak-anak yatim.”(HR.Ahmad)
6. Mengingat mati. Anas ra mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda: ”Dulu, aku pernah  melarang  kalian  berziarah ke kuburan. Namun sekarang, berziarahlah, karena ia dapat melembutkan hati,mencucurkan air mata dan mengingatkan akan hari akhirat.”  (HR.Hakim)
Inilah beberapa hal yang bisa membuat hati kita bercahaya, selalu tenang dan bahagia. Semoga Allah SWT senantiasa menuntun kita agar selalu dalam kebaikan dan ketaatan kepada-Nya.  Wallahu A’lam
*Penulis adalah Murobbiyah Ma’had  Al-Jami’ah UIN Suska Riau. Gelar sarjana  diperoleh di Universitas Islam Riau.